DetikSport
Minggu 24 September 2017, 23:27 WIB

Karena Kevin/Marcus Sudah Belajar dari Kekalahan

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Karena Kevin/Marcus Sudah Belajar dari Kekalahan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Foto: dok. Humas PBSI)
Tokyo - Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi membeberkan kunci kemenangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di Jepang Terbuka Super Series 2017. Menurutnya, Kevin/Marcus sudah mempelajari kekalahan-kekalahan sebelumnya.

Kevin/Marcus keluar sebagai juara di Jepang Terbuka Super Series 2017. Mereka naik podium tertinggi usai mengalahkan pasangan tuan rumah Takuto Inoue/Yuki Kaneko dalam laga final yang digelar di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Minggu (24/9), dengan skor 21-12, 21-15.

Di laga final, Kevin/Marcus tak mendapat kesulitan berarti. Mereka hanya butuh waktu 29 menit untuk menyudahi perlawanan Inoue/Kaneko.


Penampilan prima Kevin/Marcus di laga final dinilai Herry tak lepas dari kemenangan di babak semifinal melawan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Menurutnya, keberhasilan menumbangkan ganda putra andalan Denmark itu menyuntikkan rasa percaya diri kepada Kevin/Marcus.

Lewat kemenangan di babak semifinal itu, Kevin/Marcus memutus rentetan tiga kekalahan beruntun dari Boe/Mogensen. Mereka juga memangkas catatan head-to-head dari Boe/Mogensen menjadi 2-4.

"Menurut saya, final sesungguhnya adalah kemarin di semifinal. Siapa yang bisa menang di semifinal (Kevin/Marcus atau Boe/Mogensen), akan bisa menang hari ini di final," ujar Herry kepada badmintonindonesia.org.

"Kemenangan Kevin/Marcus hari ini juga ada pengaruhnya setelah mengalahkan Boe/Mogensen. Kepercayaan diri mereka jadi meningkat. Kevin/Marcus meraih gelar terakhir di Malaysia Open dan belum dapat gelar lagi sampai sekarang. Waktu di Indonesia Open Kevin cedera, di Kejuaraan Dunia sebetulnya mereka paling siap, tetapi kurang lucky saja," lanjutnya.

Titel di Jepang Terbuka Super Series juga mengakhiri penantian Kevin/Marcus selama lima bulan akan gelar juara. Mereka sempat menurun usai meraih tiga gelar super series secara beruntun di All England, India, dan Malaysia pada awal tahun.

"Salah satu kunci keberhasilan Kevin/Marcus di Jepang ini karena mereka banyak mempelajari kekalahan-kekalahan sebelumnya. Mereka belajar kekurangan mereka di mana. Saya rasa penampilan mereka sudah mulai kembali, walaupun belum seratus persen, tapi sudah menggambarkan 70-80 persen," kata Herry.


(nds/mrp)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed