DetikSport
Minggu 14 Januari 2018, 13:00 WIB

Ricky/Debby dan Praveen/Melati Jalani Debut di Malaysia Masters

Femi Diah - detikSport
Ricky/Debby dan Praveen/Melati Jalani Debut di Malaysia Masters Debby Susanto berpasangan dengan Ricky Karanda Suwardi (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan menjalani debut di Malaysia Masters pekan depan. Ricky/Debby harus melewati babak kualifikasi.

Praveen dan Debby diceraikan setelah menunjukkan penampilan inkonsistensi sepanjang 2017. Itu untuk percepatan pencarian pelapis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sebab, Indonesia akan menjalani musim 2018 yang krusial dengan menjadi tuan rumah Asian Games.

Praveen diduetkan dengan Melati, sedangkan Debby bersama Ricky, pemain ganda putra. Mereka akan menjalani debut di Malaysia Masters yang dihelat mulai 16-21 Januari di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Praveen/Melati tampil sebagai unggulan kedelapan, sedangkan Ricky/Debby harus merangkak lewat babak kualifikasi.

Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky, tak membebani dua pasangan baru itu dengan target tinggi. Dia ingin melihat hasil latihan lebih dahulu.

Selain dua pasangan baru, Richard juga akan melihat aksi Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Richard menilai Hafiz/Gloria layak dipercaya untuk mengisi persaingan sebagai pelapis Owi/Liliyana.

Richard Mainaky dan Vita Marissa, duet pelatih ganda campuran pelatnas Cipayung. Richard Mainaky dan Vita Marissa, duet pelatih ganda campuran pelatnas Cipayung. (Grandyos Zafna/detikSport)


"Saya akan cobakan pada tiga trunamen sekaligus; Malaysia, Indonesia dan India. Dari tiga turnamen itu sayak akan lihat bagaimana ke depannya tiga pasangan itu. Apakah sesuai harapna saya untuk mendampingi Owi butet ke Asian Games atau tidak," kata Richard kepada detikSport beberapa waktu lalu.

"Dengan bongkar pasang itu, kini kami memiliki empat pasang yang para pemain putranya memiliki kemampuan yang rata. Sebelumnya hanya dua (Owi/Liliyana dan Praveen/Debby). Termasuk Ricky. Kalau dia berniat main terus dia bsia sebagai proyeksi ke Olimpiade 2020," ujar Richard.

"Persaingan internalnya malah makin naik. Gloria dan Hafiz juga ikut naik. Saya lihat dengan kemampuan mereka yang merata persaingan malah bagus. Timbul lebih semangat lagi, ada tantangan-tantangan baru," pria 52 tahun itu menambahkan.

Penanganan Khusus untuk Ricky

Ricky menjadi pemain yang paling baru di sektor ganda campuran. Dia berganti spesialis dari ganda putra.

Dengan waktu persiapan yang singkat, Ricky mendapatkan penanganan khusus dari Richard dan asistennya, Vita Marissa. Ricky juga diminta bekerja ekstra keras agar bisa segera nyetel.

"Ricky tak kesulitan untuk beradaptasi dengan ganda campuran. Memang kadang masih kebawa gaya bermain ganda putra. Dia juga merasa lebih capek karena harus meng-cover lapangan lebih luas," kata Richard.

"Dengan waktu yang mepet dia tahu harus kerja ekstra untuk mengejar ketinggalan. Dia haris selalu diingatkan untuk stroke-nya, agar dia ingat pasnagannya pemain putri. Kalau saya tidak bisa, saya tugaskan Vita untuk tongkrongin dia terus agar cepat agar mainnya, tidak lagi terbawa ganda putra," Richard mengucapkan.



(fem/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed