detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 08 Sep 2019 15:25 WIB

Audisi Dihentikan, Djarum Pilih Format Lain Cari Bibit

Mercy Raya - detikSport
Foto: dok.PB Djarum Foto: dok.PB Djarum
Jakarta - PB Djarum Kudus memutuskan untuk menghentikan audisi umum mulai tahun depan. Mereka bakal menggunakan format lain untuk mencari bibit pebulutangkis.

PB Djarum mengumumkan secara resmi untuk menyetop audisi umum di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019). Mereka menghentikan ajang itu hingga polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemui solusi.

Ya, PB Djarum dianggap telah mengeksploitasi anak-anak oleh KPAI lewat audisi bulutangkis. Sebab, nama itu dinilai identik denngan salah satu produsen rokok ternama di Indonesia.


"Kami kan kemarin hari Rabu ada pertemuan dan kami tetap dianggap melanggar aturan, saya tidak mau, walau dianggap belum terbukti. Ya, kalau begitu saya putuskan untuk off sementara," kata Yoppy Rosimin, program director Bakti Olahraga Djarum Foundation kepada detikSport, Minggu (8/9/2019).

Menurut Yoppy, yang juga ketua umum PB Djarum, tak bisa lagi mengakomodasi keinnginan KPAI yang selalu berubah-ubah saat pembahasan. Yoppy menilai sikap KPAI sudah melampaui batas.

"Kemarin tuntutannya title tak ada (tulisan) Djarum, saya akomodir, tanpa bilang kepada mereka (saya kerjakan). Anak-anak tidak boleh diberikan kaus, saya juga akomodir, cukup sampai di sana. Tapi ternyata semua harus dicopot. Baju yang dipakai pelatih saya, panpel, suruh copot. Saya tidak mau," dia menjelaskan.

Kendati audisi umum, yang sudah dilangsungkan sejak 2006 itu, dihentikan tahun depan. Djarum tetap merekrut atlet namun dengan format berbeda.

"Ada, tetap ada (perekrutan). Cuma caranya berbeda. Bedanya kalau sekarang, semua orang tahu baik yang main, atau tidak main, dan ingin ikut. Itu adalah salah satu pintu masuk menjadi pemain top. Jadi seluruh Indonesia memiliki cita-cita yang sama," dia menambahkan.

"Kemudian, kami sebar ke seluruh daerah untuk mendekati atlet usia muda sehingga muncul cerita-cerita heroik. Anak-anak usia dini tapi punya bakat super istimewa bisa ikut terjaring karena sudah dekat ke tempat dia. Tapi jika audisi dihentikan maka cerita-cerita seperti itu tidak akan muncul lagi. Yang muncul, orang-orang yang malang melintang di usia dini," dia menjelaskan.

"(Bisa dibilang pemandu bakatnya yang jalan) Iya. Kami yang jemput bola," ujar dia.

"Ini sudah diputuskan. Jadi saya tidak mau diombang-ambing. Saya iya atau enggak. Keputusan sudah diumumkan, tidak ada audisi umum di kota-kota," kata Yoppy.

"Kemarin juga ditanya, sementara sampai kapan? sampai ada ruang buat kami. Jika tidak ada ruang bagaimana? Ya, tunggu sampai ruang itu muncul," dia menambahkan.



Simak Video "Suara Atlet Muda PB Djarum soal Penghentian Audisi"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com