detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 09 Sep 2019 07:58 WIB

Hariyanto Arbi: Jangan Hanya Berpolemik soal Audisi PB Djarum, Kasih Solusi!

Mercy Raya - detikSport
Hariyanto Arbi kecewa audisi umum PB Djarum dihentikan. (Foto: Ari Saputra/detikcom) Hariyanto Arbi kecewa audisi umum PB Djarum dihentikan. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Legenda bulutangkis Hariyanto Arbi menyayangkan penghentian audisi umum bulutangkis PB Djarum. Dia kecewa atas polemik yang terjadi.

PB Djarum menghentikan audisi umum bulutangkisnya setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengganggap mereka melakukan eksploitasi pada anak-anak. Ajang ini sudah digelar tiap tahunnya sejak 2006 dan menelurkan pemain-pemain top.

Hariyanto Arbi menyesalkan keputusan mantan klubnya tersebut. Dia menuntut pertanggungjawaban KPAI atas hal ini.


"Ya sangat disayangkan, karena dari audisi itu bisa menemukan Kevin Sanjaya dkk, itu tak gampang," kata Arbi saat dihubungi pewarta, Minggu (8/9/2019).

"Itu audisi kan sudah dilakukan sejak 13 tahun lalu dan itu kan baru beberapa atlet (hebat) yang bisa nongol. Jadi tak gampang mencari bibit."

"Yang jelas saya kecewa. Kecuali KPAI punya solusi, mereka dari sponsor atau BUMN atau siapapun yang bisa membuat seperti Djarum. Ini kan belum ada gantinya sudah ribut, akhirnya benar-benar disetop," ujar pemain yang melegenda dengan smash 100 watt ini.

Penghentian audisi dikhawatirkan Arbi membuat suplai regenerasi menjadi tersendat. Dari sisi lain, akses anak-anak untuk mendapatkan tempaan demi menjadi atlet kelas dunia menyempit.


"Seperti yang tadi saya bilang, cari juara itu susah sekali. Selama ini audisi kan ke kota-kota yang potensial atlet, yang selama ini sudah banyak melahirkan juara-juara. Takutnya nanti tak terpantau lagi, anak-anak yang punya bakat dan kemampuan tak terpantau, dengan demikian regenerasi jadi tersendat," Arbi menjelaskan.

"Harapannya dicari win-win solution. Kalau sudah ada gantinya, boleh lah ini diributkan. Jika belum ada gantinya jangan diributkan dulu, biarkan berjalan seperti sekarang. Jadi ini bukan dari PB Djarumnya. Djarum hanya menunggu, kasih solusi, merekanya yang tidak mau."

"Jadi sulit. Masa yang punya uang yang diatur. Enggak lucu. Lagipula tidak ada eksploitasi itu. Di sana itu ada larangan merokok, jika ada yang ketahuan (merokok) bisa dikeluarkan dari PB Djarum. Selain itu, di sana itu, contohnya saya dari keluarga kurang mampu, kalau bisa masuk PB Djarum itu ibaratnya tanggungan hilang satu."


"Karena di sana dibiayai semua: makan, tempat tinggal, peralatan, pertandingan ke luar negeri, keehatan, menang dapat bonus. Kurang apa? Ini kehilangan besar bagi dunia bulutangkis Indonesia," kata juara dunia 1995 tersebut.


Hariyanto Arbi: Jangan Hanya Berpolemik soal Audisi PB Djarum, Kasih Solusi!


Simak Video "KPAI dan PB Djarum Berdamai, Audisi Jalan Terus!"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com