Sebelum pertarungan antara keduanya yang berlangsung Jumat (5/9/2008) pagi WIB, Roddick dalam sebuah wawancara mengatakan Djokovic adalah orang yang suka berpura-pura. Petenis asal Amerika Serikat itu bahkan mencibir dengan mengatakan bahwa bukan hanya cedera yang dimiliki Djokovic, melainkan juga berbagai macam penyakit seperti SARS, Anthrax, dan Flu Burung.
"Jika (cedera) itu memang ada, itu ada. Hanya saja ada banyak. Anda tahu, dia seorang yang sangat cepat memanggil pelatihnya sekaligus jadi orang yang paling pemberani. Saya pikir terserah Anda untuk memutuskan," ujar Roddick ketika itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan terjadilah pertarungan mereka. Djokovic unggul di dua set awal dengan skor 6-2 dan 6-3. Namun, set ketiga menjadi milik Roddick dengan keunggulan 6-3 sehingga set keempat pun harus diadakan.
Di sinilah pertarungan ketatantara keduanya terjadi. Roddick berusaha membuat set kelima diadakan sementara Djokovic ingin segera menyelesaikan pertandingan. Ketika skor menunjukkan angka 3-3 apa yang ditakutkan Djokovic terjadi. Ia mulai merasa terganggu dengan teriakan penonton kepadanya saat ia akan melakukan servis.
Ketika sebuah pukulan Roddick gagal dan malah membuat diadakannya break point, Djokovic pun berteriak ke arah tribun penonton, "Shut Up!" Set keempat tersebut akhirnya dimenangi oleh Djokovic sekaligus membuatnya melaju ke semifinal menantang Roger Federer.
Usai pertandingan ia mengatakan bahwa sama sekali tak menyukai perkataan Roddick mengenai cederanya. "Bukanlah hal yang baik mengatakannya di hadapan banyak orang bahwa saya memiliki 16 buah cedera dan suka pura-pura. Mereka (penonton) bisa saja tak menyukai saya karena mereka berpikir saya memalsukan segalanya," tandasnya.
Sementara Roddick sendiri akhirnya mengaku bahwa perkataan tersebut hanyalah guarauan belaka. "Saya hanya bermaksud bersenda gurau. Dengar, semua orang tahu bahwa saya selalu bercanda sepanjang waktu. Orang yang berpikiran waras pasti tahu saya tak serius."
Tak mau segalanya berkembang menjadi lebih serius, keduanya pun mengadakan pembicaraan secara pribadi setelah pertandingan. Hasilnya? Roddick mengaku salah dan Djokovic pun memaafkannya.
"Dia membuat sebuah lelucon dan itu hanya kesalahpahaman saja. Mungkin saya bereaksi terlalu berlebihan pada saat itu. Saya minta maaf atas reaksi saya. Saya hanya menuruti kata hati saya saja," kata Djokovic seperti dilansir Reuters.
Djokovic pun menjelaskan bahwa ia juga tak bermaksud over-acting ketika memanggil dokter dan fisiterapis ke lapangan, karena saat itu ia memang membutuhkan perawatan. Tetapi, ia juga menambahkan bahwa dirinya saat ini baik-baik saja.
"Mungkin banyak orang berpikir saya terlalu berlebihan. Tetapi, saya hanya ingin semuanya berjalan lancar, itu saja. Tidak berarti apabila saya memanggil dokter atau fisioterapis ke lapangan maka saat itu saya sedang sekarat."
(roz/a2s)











































