Apabila ia mampu mengalahkan Roger Federer di laga pamungkas besok, maka Murray akan menjadi pria Inggris pertama yang mampu memenangi sebuah turnamen Grand Slam, setelah Fred Perry melakukannya di AS Terbuka tahun 1936.
Bagi pemain berusia 21 tahun itu, yang di turnamen ini diunggulkan di tempat keenam, mengikuti jejak Greg Rusedski sebagai petenis Inggris terakhir yang pernah menembus final di Flushing Meadows di tahun 1997 -- tapi Rusedski dikalahkan Patrick Rafter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat melegakan," ucap Murray, yang dalam pertandingan selama tiga ham 30 menit itu ia menghasilkan 65 winners termasuk 21 ace, seperti dilansir Reuters, Senin (8/9/2008).
"Kembali ke lapangan setelah kemarin, saat aku unggul dua set, membuatku sulit tidur. Aku senang bisa melaluinya."
"Aku pikir aku sudah bermain cukup bagus untuk menang, tapi aku juga tahu Nadal akan mengejarku terus," sambung atlet yang lahir di Glasgow, Skotlandia, itu.
Murray memiliki kans dalam menghadapi Federer di final karena dari tiga pertemuan mereka sebelumnya ia mampu menang dua kali. Adapun Federer akan bermain sebagai juara empat kali berturut-turut dan sedang mengembalikan reputasinya setelah digusur Nadal di peringkat satu.
"Dia mungkin pemain terbesar dalam sejarah. Jadi aku mendapat kehormatan bisa menghadapi dia di final," sebut Murray. "Tapi aku pernah bermain bagus melawan dia. Mudah-mudahan aku bisa melakukannya lagi besok."
(a2s/din)











































