Nadal yang diunggulkan di tempat teratas di turnamen Grand Slam akhir tahun ini, tak mampu mengalahkan unggulan keenam Andy Murray. Pada pertandingan semifinal yang berakhir Senin (8/9/2008) pagi, ia menyerah 6-2 7-6 4-6 6-4.
Meski kalah dan gagal ke final -- semifinal ini adalah capaian terbaik Nadal sepanjang keikutsertaannya di AS Terbuka -- petenis kidal Spanyol itu mengaku tidak terlalu kecewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku menerima kekalahan dengan ketenangan yang sama seperti kalau aku menang," ujar pemuda asal Mallorca itu kepada wartawan, setelah diakhiri kiprahnya oleh Murray di Arthur Ashe Stadium.
"Kecewakah aku? Ya. Tapi di saat yang sama aku pun merasa bahagia karena aku memainkan semifinal yang bagus di sini."
Ditambahkan Nadal, dirinya mungkin mengikuti turnamen ini tidak dalam kondisi terbaik karena telah melakoni begitu banyak turnamen. Namun pada akhirnya ia merasa mampu tampil dengan baik.
Kiprah Nadal di musim 2008 memang mencengangkang. Ia meraih delapan titel ATP dan mengutip rekor bertanding 75-9. Dari 57 partai terakhirnya ia hanya kalah tiga kali.
"Hampir musim yang sempurna, bukan?" ujarnya sambil tersenyum. "Aku telah melakukan hal-hal yang luar biasa buat diriku. Aku tidak mengira bisa mendapatkan musim seperti ini, setelah tampil biasa-biasa saja di awal musim."
Tentang Murray, Nadal tak lupa memuji penampilan atlet asal Skotlandia itu. "Besok dia punya kesempatan," tukasnya merujuk pada agenda Murray melawan Roger Federer di final.
"Aku pikir Federer tetap favorit, tapi Andy juga bermain sangat baik. Dia melakoni paruh kedua musim ini dengan sangat apik. Dia betul-betul bagus dan bisa melakukan segalanya."
(a2s/din)











































