Di partai final ke-60 sepanjang karirnya, Venus sukses menggapai titelnya yang ke-38. Titel tersebut sekaligus jadi gelar keduanya di tahun ini, setelah sebelumnya petenis Amerika Serikat itu menjuarai Wimbledon.
Sebelum memastikan diri jadi juara di Zurich Terbuka, Minggu (19/10/2008), Venus mendapat tantangan dari Pennetta, seorang lawan yang sudah mengalahkannya di Bangkok tahun 2007, serta Roland Garros dan Moskow tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di set kedua Venus terus melaju mendulang poin dengan relatif lebih mudah ketimbang pada set pertama. Di akhir set ini, insiden kecil sempat terjadi karena Venus merasa sudah menang, kendati skor malah dinyatakan deuce. Insiden ini sempat mambuat ayah Venus dan pelatihnya, Richard, turun tangan.
Akan tetapi, insiden itu tak mengganggu Venus untuk meraih kemenangan. Dua poin kemudian titel pun dipastikannya.
"Saya jelas membuat servis bagus hari ini dan itulah kali pertama aku memenangi pertandingan sepert ini (dengan bikin empat ace beruntun). Di set kedua saya mulai mendapat ritma yang lebih baik dan membuatnya lebih sulit untuk bangkit," ucap Venus seperti dikutip Reuters.
Untuk Pennetta, selain gagal menjadi juara dia juga membuang peluang menjadi wanita ketiga yang bisa menang empat kali beruntun atas Venus. Catatan itu masih dikuasai oleh dua petenis wanita saja, Lindsay Davenport dan Serena Williams. (krs/roz)











































