Mundurnya kedua bintang tersebut terjadi nyaris bersamaan. Federer lebih dulu menyatakan mundur, Jumat (31/10/2008) malam WIB, sekitar dua jam sebelum melakoni laga perempatfinalnya melawan James Blake. Ia merasakan masalah di punggungnya.
"Selama bertahun-tahun bermain tenis, saya sering merasa nyeri di bagian punggung. Tapi baru kali ini rasa sakit itu akut saat mengikuti sebuah turnamen, dan saya harus menarik diri. Saya akan mengeceknya dalam beberapa hari ke depan," ujar pemain nomor dua dunia asal Swiss itu kepada reporter, seperti dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak terlalu lama dari kabar Federer, Nadal pun mundur dari turnamen yang sama. Bedanya, ia memutuskan tak bisa lanjut setelah turun ke lapangan dan bertanding melawan Nikolay Davydenko.
Nadal mulai tampak bermasalah ketika pelatih harus memijatnya di bagian lutut dan paha kanan. Ketika itu ia tertinggal 1-4. Setelah mencoba bertahan dua game lagi, petenis kidal asal Spanyol itu akhirnya "empar handuk putih" di kedudukan 1-6.
Saat ditanya apakah dirinya khawatir tak bisa tampil di Piala Masters, Nadal menjawab, "Tentu saja. Mudah-mudahan bisa. Tapi saya tidak tahu."
Pemain nomor satu dunia itu juga mengaku tahu kondisi Federer. "Saya melihat dia di locker room lima menit sebelum pertandingan saya. Dia bilang, punggungnya sakit. Saya katakan, mungkin kita berdua memang harus pulang malam ini." (a2s/din)











































