Bertanding di markas lawan, Lakers mengungguli Nuggets dengan skor 104-97. Ini adalah kemenangan ketiga dari tiga game telah dilakoni Lakers di awal musim, atau yang kedelapan kalinya berturut-turut atas tim yang sama.
Kemenangan Lakers terutama ditentukan oleh rebound Bryant di empat menit tersisa, ketika timnya masih unggul dua poin. Ia lalu mencetak poin demi poin lagi, termasuk saat memberi keunggulan 100-91, yang memastikan tuan rumah tak bisa mengejar lagi. Total Bryant menorehkan 33 poin. Pemain terbaik kedua Lakers adalah Pau Gasol yang menyumbangkan 16 poin dan 16 rebound.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anthony beruntung bisa melanjutkan rekor NBA sebagai pemain yang paling sering mencetak angka dua digit dalam 208 game berturut-turut. Jika peformanya di kuarter keempat tidak membaik, mungkin rekor yang sudah dirintisnya sejak tiga tahun lalu itu akan terhenti di situ.
Pada pertandingan lain, Indiana Pacers memberi kepuasan pada pendukungnya. Tim asuhan Jim O'Brien ini memenangi laga kandang pertamanya di musim ini dengan menekuk juara musim lalu, Boston Celtics, dengan skor 95-79.
Danny Granger, yang beberapa waktu lalu mengunjungi Jakarta, mendonasikan 20 poin untuk Pacers. Point guard baru, T.J. Ford, menambahkan 19 angka untuk tuan rumah.
"Saya pikir fans telah menyaksikan sebuah upaya penuh selama 48 menit,β ujar O'Brien seusai pertandingan. "Tak seorang pun akan mengatakan bahwa Indiana Pacers menyisakan sesuatu di lapangan."
Di kubu Celtics, Kevin Garnett menorehkan 18 poin dan 14 rebound. Paul Pierce mencatat 15 poin, sedangkan Ray Allen finish dengan 10 angka. Celtics (2-1) musim lalu mengawali musim dengan statistik 12-0, tapi pengulangan dipastikan tidak terjadi. (a2s/a2s)











































