Murray berhasil mengalahkan Federer dengan skor 4-6 7-6 7-5 di laga akhir grup di Piala Masters. Padahal petenis berusia 21 itu tidak perlu mengalahkan petenis rangking kedua ini karena dia telah memastikan tiket ke semifinal.
Jika Murray kalah maka dia akan menghadapi petenis peringkat ketiga dunia Novak Djokovic untuk mendapatkan tiket final. Namun karena menang maka petenis rangking empat dunia ini akan menghadapi Nikolay Davydenko dari Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara psikologis, kemenangan itu bermakna sangat besar bagi saya untuk ke depan saya menghadapi, khususnya di event besar. Dia salah satu pemain pemain terbesar sepanjang masa. Jadi ini sangat berarti banyak bagi saya," ujarnya.
Kemenangan itu membuatnya menjadi petenis ketiga yang berhasil mengalahkan Federer tiga kali dalam satu musim. Sebelumnya adalah David Nalbandian dan petenis nomor yang mengambil alih posisi No.1, Rafael Nadal.
Meski demikian, Murray menyadari bahwa pertandingan yang melelahkan melawan Federer tersebut akan mempengaruhinya untuk pertandingan besok. "Saya mungkin akan sedikit lebih lelah pada besok hari," tukasnya.
Sementara Federer sendiri mengaku kecewa karena tidak bermain dengan baik. "Tentu saja saya kecewa. Saya berharap saya dapat bermain di pertandingan di sini lebih baik dari biasanya," aku petenis Swiss ini.
(key/key)











































