Puncak buruknya musim Federer terjadi di turnamen Piala Masters yang baru selesai hari Minggu (16/11/2008) lalu. Setelah masuk final dalam lima edisi sebelumnya, dengan hasil juara empat kali, bintang Swiss itu bahkan tidak mampu masuk babak semifinal di Shanghai.
Pemilik 13 titel Grand Slam itu terhenti di tangan Andy Murray di partai akhir babak grup. Itulah kekelahan ke-15 yang diderita Federer di musim ini, di mana ia juga telah kehilangan tahta nomor satu dunia dan menyerahkannya kepada Rafael Nadal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda mulai sedikit kehilangan kepercayaan pada dia ketika pemain tertentu mulai bisa mengalahkan dia. Para pemain lain pun mulai lebih percaya bahwa mereka juga bisa menang."
"Buat Roger, ini adalah sebuah tantangan besar untuk bangkit tahun depan. Ini belum berakhir. Roger adalah pemain nomor dunia dan dia bertekad ke puncak lagi musim depan," tandas pemain Serbia itu, seperti dikutip dari Reuters.
Federer, yang kerap diganggu cedera di tahun ini, masih bisa menorehkan prestasi tinggi dengan memenangi turnamen besar AS Terbuka. "Saya senang bisa juara di AS lima kali berturut-turut. Tahun depan saya memburu yang keenam," tukasnya.
"Tahun ini tetap bagus, tapi awalnya memang sulit, juga akhirnya. Pastinya perasaanku campur-campur. Tapi saya pikir saya punya kesempatan untuk memulai semuanya lagi tahun depan," ujar petenis berusia 26 tahun itu.
Sementara Murray, yang bersama Djokovic dijagokan sebagai penantang kuat untuk dominasi Nadal dan Federer musim depan, mengatakan bahwa anggapan Federer sudah tak terlalu kompetitif lagi adalah keliru.
"Permainan dia masih hebat. Dalam 20 tahun terakhir Nadal memiliki salah satu musim terbaiknya. Tapi Roger tidak sejauh itu tertinggal dari Nadal. Dia menang kalah lebih banyak dari biasanya, tapi ini bukan sebuah kejutan besar. Normalnya dia kalah sekitar tujuh kali setahun, dan itu saja sudah luar biasa," tutur petenis asal Skotlandia itu.
Penilaian serupa dilontarkan Davydenko, yang tak pernah menang atas Federer dari 12 pertemuan mereka. Namun, satu hal yang memang perlu diwaspadai Federer adalah ancaman dari pemain-pemain yang lebih mudah.
"Dia sudah bertahun-tahun menjadi nomor satu. Dia tak mungkin main terus sepanjang hidupnya. Ada beberapa pemain muda yang bakal muncul, 21, 22 tahun. Mereka cepat, punya konsentrasi yang sangat bagus, dan secara fisik lebih baik."
"Karena saya melihat bahwa Federer saat ini tidak dalam kondisi fisik yang sempurna. Itu sebabnya pemain-pemain lain punya kesempatan lebih banyak untuk mengalahkan dia," pungkas petenis Rusia berusia 27 tahun itu, yang saat ini menduduki peringkat lima dunia.
(a2s/key)











































