Dua kali Argentina mampu mencapai final Piala Davis, tapi pada dua kesempatan itu mereka hanya bisa jadi runner-up belaka. Kans juara hadir lagi tahun ini.
Peluang juara Argentina sedikit menebal karena Spanyol --yang sudah dua kali juara Piala Davis di tahun 2000 dan 2004-- tak diperkuat Nadal yang cedera lutut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bagaikan mimpi bagi kami semua dan sangat mungkin rasa cemas, tertekan dan gugup akan muncul jadi lawanmu," tukas Del Potro, seperti dilansir BBC Sport.
Pertandingan yang menggunakan sistem best of five tersebut akan mulai bergulir pada Jumat (21/11/2008) waktu setempat dengan dua partai tunggal, diikuti dua partai ganda Sabtu (22/11/2008) dan tunggal cadangan di hari yang sama.
Pertarungan akan dihelat di lapangan indoor yang bertipe cepat. Pemilihan venue ini tadinya dimaksudkan untuk menetralisir kemampuan Nadal.
"Butuh waktu buat kami untuk menemukan kecepatan yang kami inginkan dan ketika kami anak-anak merasa mulai nyaman, saya pun berkata, 'Ya sudah. Kami takkan mengganti apapun'," tukas kapten tim Argentina Alberto Mancini. (krs/din)











































