Di Mar Del Plata, Senin (24/11/2008) dinihari WIB, Verdasco yang mengisi peran David Ferrer, berhasil mengungguli Acacuso --yang uniknya juga berstatus pengganti-- dengan skor 6-3, 6-7, 4-6, 6-3, 6-1.
Acacuso yang menggantikan petenis nomor satu Argentina, Juan Martin del Potro, yang cedera, di atas kertas adalah underdog di hadapan Verdasco. Indikasinya, bila Verdasco berperingkat 16 dunia, Acacuso berada 32 tingkat di bawahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di set keempat inilah, mental bicara. Verdasco berhasil sekali mematahkan servis Acacuso di set keempat dan menguasai set ini. Di set kelima, Verdasco sudah di atas angin dan menutup set dengan relatif mudah.
"Ini adalah mimpi. Saya menginginkan kesempatan ini semenjak saya masih kanak-kanak. Sedikit orang yang bisa mendapatkannya, lebih sedikit lagi orang yang mengambil peluang itu," luap Verdasco seperti dilansir Reuters.
Titel juara ini membuat Spanyol sudah tiga kali menjadi yang terbaik di kancah pertenisan beregu putra dunia. Sebelumnya, tim 'Matador' memenangi gelar yang sama pada tahun 2000 dan 2004.
Sebaliknya bagi Argentina, hasil ini mengubur impian mereka untuk kali pertama berhasil menjadi yang terbaik. Sebelumnya, tim Amerika Selatan ini dua kali gagal di tahun 1981 dan 2006. Untuk kali pertama pula dalam 10 tahun, Argentina takluk di kandang sendiri.
(arp/din)











































