Spanyol menjadi jawara setelah mengalahkan tuan rumah Argentina 3-1 dalam final yang digelar pada 21-23 November kemarin. Sebuah prestasi yang gemilang meski 'Matador' tampil tanpa pemain nomor satu dunia, Rafael Nadal.
Kredit diberikan kepada Sanchez Vicario karena ia adalah otak di balik strategi kemenangan timnya. Ia memasang Feliciano Lopez sebagai tunggal kedua di hari pertama serta memilih Fernando Verdasco sebagai tunggal pertama di hari kedua menggantikan David Ferrer yang sebelumnya bermain buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi racikan strategi gemilang dari Sanchez Vicario tidak akan dirasakan Spanyol lagi tahun depan. Saudara kandung eks petenis putri Arantxa Sanchez Vicario itu memilih berhenti ketika berada di puncak.
"Saya tak akan berada di sana saat menghadapi Serbia," kata Sanchez Vicario mengacu kepada partai pertama Spanyol yang akan dihelat pada Maret 2009 sebagaimana diwartakan AFP.
"Saya memulai sesuatu tiga tahun lalu dan putaran itu lengkap sudah dengan semua penghargaan untuk para pemain. Saya berharap siapapun yang menggantikan saya bisa turut berbagi dalam momen ajaib yang sudah saya alami," simpul Sanchez Vicario.
Costa, yang sama seperti Sanchez Vicario adalah seorang mantan petenis, dijagokan sebagai pengganti. Harian olahraga AS dan Marca kompak mengunggulkan nama Costa yang berperan besar mengantar Spanyol menjuarai Piala Davis tahun 2000.
Β (arp/din)











































