Prestasi Federer di musim 2008 memang menurun dibandingkan dengan tahun-tahun
sebelumnya. Ia hanya meraih satu titel Grand Slam (AS Terbuka) dan dominasinya sebagai pemain nomor satu dunia selama empat tahun berakhir.
Nadal tak pelak merupakan pengganjal utama Federer. Petenis kidal itulah yang mengalahkan Federer di final Prancis Terbuka dan Wimbledon, dan sejak Agustus menggantikan tempatnya di puncak daftar peringkat ATP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Federer punya kesempatan bagus untuk kembali menjadi nomor satu karena permainan Nadal sangat menguras tenaga. Sekarang dia harus agak memperhatikan tubuhnya," ucap legenda tenis asal Jerman itu kepada Mirror yanng dilansir Setanta Sports.
"Dia (Nadal) mundur dari Piala Master di Shanghai dan Piala Davis karena cedera,"
sambung peraih tiga titel Wimbledon ini.
Diingatkan Becker, permainan Federer relatif lebih ringan ketimbang Nadal. Hanya saja ia pun harus memperhatikan masalah bahu yang kerap memberinya cedera.
"Federer mengalami hambatan di musim panas dan Olimpiade pun tidak bagus. Tapi untuk Wimbledon tahun depan saya menjagokan dia," tukasnya.
(a2s/krs)











































