Tsonga menutup tahun 2007 dengan menempati rangking 43 dunia. Capaian terbaiknya kala itu hanyalah melaju ke babak keempat Wimbledon.
Di tahun 2008, petenis Prancis berusia 23 tahun itu mengilapkan raihannya. Di bulan pertama tahun tersebut, Tsonga bikin kejutan dengan melaju ke partai puncak Australia Terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah penampilan apik lantas terus dihadirkan Tsonga, salah satunya dengan menjuarai Paris Masters. Alhasil, pria yang bersepupu dengan pesepakbola Charles N'Zogbia itu pun kini menjejak rangking enam dunia, sebuah lonjakan luar biasa mengingat dia hanya ada di urutan 43 setahun sebelumnya.
Melihat performa Tsonga, Bagdhatis yang juga pernah jadi runner-up Australia Terbuka di tahun 2006 percaya kalau rekan seprofesinya itu sangat berpotensi jadi lebih berkilau lagi di 2009, atau setidaknya di tahun-tahun berikutnya.
"Saya pikir Tsonga bisa memenangi grand slam suatu hari nanti. Siapapun yang ada di 12 atau 15 besar bisa jadi juara grand slam," ucap Bagdhatis di Setanta Sports.
"Dia bermain amat bagus sebelum cedera dua tahun (sampai pertengahan 2007). Sudah jadi masa yang sulit buat dia, tapi tahun ini dia bermain tenis dengan bagus," puji petenis asal Siprus berperingkat 98 dunia itu.
Dinanti gebrakannya tahun 2009, Tsonga!
(krs/a2s)











































