Awalnya Safin menolak untuk memberitahu apa yang telah menimpa dirinya. Ketika diwawancarai seusai pertandingan ia hanya menjawab bahwa lebam di matanya itu didapat akibat berlatih keras.
Namun, pengakuan itu akhirnya keluar juga dari mulut petenis berusia 28 tahun ini. Safin mengungkapkan bahwa dirinya memang terlibat perkelahian di Rusia, sebelum berlangsungnya turnamen Piala Hopman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memenangi perkelahiannya, saya baik-baik saja, semuanya oke. Itu hanya masalah kecil. Saya hanya berada di tempat dan waktu yang salah," tandasnya.
Ketika ia akhirnya tiba di Perth pada hari Sabtu kemarin, ia langsung meminta dipanggilkan dokter kepada pihak panitia penyelenggara. Awalnya, panitia penyelenggara heran dengan permintaannya itu, tetapi kini sudah mengerti apa alasan di balik permohonan itu.
"Saya tak yakin mengapa ia tiba terlambat sampai di sini, atau mengapa ia meminta pertandingan diundur satu hari, namun saya kini mengerti alasannya," ujar Tournament Director Paul McNamee.
"Saya melihatnya di lobi dan ia tak terlihat baik. Ia lalu berkata, 'Saya butuh dokter dan pergi berlatih.' Lalu, saya panggilkan dokter dan ia merawatnya. Kemudian, ia pun langsung pergi berlatih," lanjut McNamee.
(roz/roz)










































