Federer harus turun tahta dari peringkat satu petenis dunia sejak Agustus silam. Catatan tersebut seakan melengkapi suramnya perjalanan karir di tahun 2008 di mana dia cuma memenangi satu seri Grand Slam (US Open), bandingkan dengan tahun sebelumnya di mana dia memenangi tiga titel.
Federer menyumbang emas bagi Swiss di Olimpiade 2008, namun itu di nomor ganda, bukan tunggal yang menjadi spesialisasinya. Gelar lain yang diraih adalah turnamen Davidoff Swiss Indoors yang masuk kategori international series atau turnamen kasta ketiga di dunia tenis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap tahun 2009 menjadi tahun yang baik bagi saya dan untuk berbagai alasan tahun ini tekanan bagi saya tidaklah terlalu tinggi," tutur Fedex pada Eurosport.
"Saya berhasil mendominasi tenis dalam beberapa tahun dan saya pikir saya bisa melakukannya lagi. Saya memiliki teknik tinggi, mental kuat, dan penuh strategi, serta memiliki kekuatan," tambah petenis asal Swiss ini.
Sayangnya FedEx malah mengawali tahun ini dengan hasil buruk saat dia disingkirkan Andy Murray pada turnamen ekshibisi Capitala World Tennis Championship di Abu Dhabi. Namun buat petenis 27 tahun itu, Kekalahan atas Murray tersebut dijadikannya tonggak menuju kebangkitan.
"Saya belajar banyak. Saya belajar berbagai teknik di Abu Dhabi, mulai dari voli, permainan net, dan bermain bertahan. Itu semua membantu saya untuk mengetahui dan segera beradaptasi dengan situasi permainan," tambah peraih 13 gelar Grand Slam itu.
Federer yang kelahiran 1981 mengakui kalau persaingan di tahun 2009 akan makin berat. Dia memprediksikan ada tiga petenis yang akan bersaing ketat di tahun ini selain dirinya yakni Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray.
"Saya rasa kami berempat bakal merajai tenis. Rangking empat besar masih bisa berubah. Semua kemungkinan bisa terjadi," tutur petenis yang kini duduk di posisi dua dunia ini dan cuma terpaut 20 poin dengan Novak Djokovic di posisi tiga.
Bulan ini Federer berkesempatan untuk mewujudkan target yang dicanangkannya. Sebuah kemenangan di Australia Open, akan membuatnya menyamai rekor 14 Grand Slam milik Pete Sampras. (din/krs)











































