Pada pertandingan terakhir grup, Rabu (8/1/2009), Slovakia memenangi semua nomor alias unggul 3-0. Dimulai oleh Dominika Cibulkova yang mengalahkan Sabine Lisicki 7-6 6-4, Dominik Hrbaty memastikan kemenangan Slovakia setelah Nicolas Kiefer mundur lantaran cedera engkel, saat memimpin 3-1 di set pertama.
Karena itu pula pertandingan ganda campuran di antara mereka tidak terjadi, dan Hrbaty/Cibulkova dinyatakan menang WO. Padahal, jika Jerman mampu menang, mereka berpeluang menembus final karena telah memenangi dua pertandingan pertamanya atas Amerika Serikat dan Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Grup B, Rusia membuat penyelenggara tidak perlu mengambil "kalkulator" untuk menghitung skor penentuan juara setelah mereka mengalahkan Prancis 2-1. Soalnya, kalau Rusia kalah, itu berarti mereka, Prancis, dan Italia sama-sama memetik dua kemenangan dan satu kali kalah.
Kalau skenario itu terjadi, pihak penyelenggara harus menghitung berdasarkan jumlah kemenangan, set, dan game di antara ketiga tim tersebut. Namun hal itu akhirnya tak perlu dilakukan karena Rusia menjadi yang terbaik dengan kemenangan sempurna di tiga pertandingan.
Dinara Safina memberi poin pertama buat Rusia setelah menundukkan Alize Cornet 6-3 6-2. Sang abang, Marat Safin, gagal mengikuti jejak Safina karena menyerah 6-7 3-6 dari Gilles Simon. Baru di nomor penutup, duet kakak-beradik itu berhasil mengatasi Cornet/Simon dengan 6-4 6-3.
Hasil di atas membuat kemenangan mudah Italia atas Taiwan menjadi tidak ada artinya. Duet Flavia Pennetta dan Simone Bolelli menang 3-0 setelah Taiwan walkover (WO) di dua nomor, yakni di partai kedua (tunggal putra) dan ganda.
Final Slovakia versus Rusia akan dilakukan pada hari Jumat (9/1/2008).
(a2s/arp)










































