Dalam pertandingan yang berlangsung di kota Doha, Qatar, Murray membuat Federer kesulitan dengan strategi permainan yang dijalankannya. Meskipun demikian, Federer terlebih dulu merebut set pertama dengan skor 7-6.
Setelahnya, Murray tak tertahankan lagi. Ia mendominasi set kedua dan akhirnya menyelesaikan set tersebut dengan keunggulan 6-2. Federer tampak frustrasi pada set ini karena berkali-kali Murray sukses membalikkan pukulannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan kemenangan kelima Murray atas pemegang rekor 13 titel grand slam itu dalam enam pertemuan terakhir mereka.
Lawan Murray di final, Andy Roddick, sudah lebih dulu memastikan langkah beberapa saat sebelumnya. Berhadapan dengan petenis asal Prancis, Gael Monfils, Roddick juga harus melalui tiga set seblum akhirnya meraih kemenangan.
Monfils yang memiliki masalah pada punggungnya tampil tak secemerang ketika ia menundukkan Rafael Nadal di perempatfinal. Meskipun demikian, ia sempat menyulitkan Roddick sebelum akhirnya menyerah 6-7 di set pertama.
Monfils kemudia mengubah strateginya di set kedua dengan lebih banyak mengandalkan drop shot. Strategi ini terbukti jitu karena ia kemudian merebut set kedua dengan keunggulan 6-3.
Pada set terakhir, Roddick kembali memegang kendali permainan. Meski Monfils tetap menyulitkannya dengan drop shot, petenis asal Amerika Serikat ini tak tertahan dan akhirnya menutup pertandingan ini dengan skor 6-3.
Laga final antara Murray vs Roddick akan berlangsung pada hari Sabtu (10/11/2008) waktu setempat.
(roz/roz)











































