Murray mempertahankan gelar Qatar Open yang diraihnya tahun lalu dengan mengatasi Andy Roddick dua set langsung, 6-4, 6-2. Penampilan petenis nomor empat dunia itu terlihat sangat meyakinkan.
Hebatnya, Murray mencatatkan kemenangan itu di tengah keraguan terhadap kondisi fisiknya. Ketika menekuk petenis nomor dua dunia Roger Federer di semifinal, Murray sempat mengalami cedera punggung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dua turnamen itu, Murray bermain gemilang. Bila di Qatar Open Murray mengalahkan Federer, maka di Abu Dhabi pekan silam, ia melakukan hal yang lebih hebat yakni menumpas Federer dan petenis nomor satu, Rafael Nadal.
Performa bagus Murray di awal tahun seperti meneruskan kiprah gemilang yang ia torehkan di penghujung 2008. Tahun lalu, ia memenangi seri Masters pertamanya di Cincinnati. Murray lalu maju ke final AS Terbuka dan menjuarai satu lagi seri Masters, yakni Madrid Masters.
Catatan-catatan di atas membuat Murray menjadi salah satu petenis yang paling diunggulkan untuk memenangi Grand Slam pembuka tahun, Australia Terbuka, yang bakal dimulai pada tanggal 19 Januari.
"Dia bermain hebat. Dan saya pikir saya bersama mayoritas orang ketika saya bilang bahwa Murray memenangi sebuah Grand Slam hanya masalah waktu," tutur Roddick seperti dikutip AFP.
Permainan yang nyaris tanpa cela di dua turnamen yang sudah diikutinya tahun ini ternyata tidak membuat Murray puas. Pemuda bertinggi 190 cm itu mengaku ingin terus menyempurnakan permainannya.
"Saya bermain sangat baik. Apa yang menggembirakan saya adalah bahwa saya tidak berpikir saya sudah dekat dengan permainan tenis terbaik saya. Saya masih bisa bermain lebih bagus dan berkembang," tegas Murray.
Bila sudah begini, tak ada kata lain, para petenis papan atas dunia harus kian waspada terhadap Murray.
(arp/roz)











































