Pada awal tahun ini, gebrakan dibikin Murray. Dalam eksebisi Capitala World Tennis Championship, petenis Skotlandia itu merengkuh gelar juara usai menyingkirkan Roger Federer di semifinal dan kemudian Rafael Nadal di final.
Setelah itu, Murray kembali berjaya di turnamen Qatar Open. Andy Roddick ditekuk di final, setelah sebelumnya Roger Federer digebuk di semifinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murray sendiri menyikapi sanjungan itu dengan hati-hati, karena teringat tahun lalu dia sudah tersingkir di babak pertama ajang tersebut, di tangan Jo-Wilfried Tsonga.
"Saya merasa enak berkompetisi di Australia Terbuka, tapi setelah apa yang terjadi tahun lalu, saya tak mau terbawa suasana. Saya hanya mau berkonsentrasi ke tiap partai dan bertarung sekeras mungkin karena tiap putaran akan kian berat," tegas dia di Setanta Sports.
"Saya adalah salah satu petenis papan atas tapi tak tahu apakah termasuk favorit di Australia Terbuka. Ada Roger, Rafa dan and Novak (Djokovic), yang juara tahun lalu. Saya suka main di Melbourne tapi saya tak main bagus tahun lalu," lugas dia.
(krs/arp)











































