Grand Slam Australia Terbuka belum lagi dimulai, namun panasnya persaingan sudah terasa. Persaingan itu diletupkan oleh Federer dengan mempertanyakan status favorit Murray karena petenis Skotlandia itu bahkan belum pernah memenangi Grand Slam.
Murray memang ditempatkan sebagai favorit oleh publik pasca dua kemenangannya di dua turnamen di Timur Tengah. Rumah-rumah judi juga menempatkan petenis nomor empat dunia itu di atas Rafael Nadal dan juara bertahan Novak Djokovic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin sering kamu melawan Federer, semakin pudarlah rasa takutmu terhadap dirinya, dan tidak perlu takut untuk memenangi laga. Jika kamu masih muda dan melawan petenis jagoan, kamu akan merasa tegang kala kemenangan di depan mata. Kini, ketika saya melawannya, saya tidak tegang lagi dan saya akan menunjukkan permainan terbaik yang saya mampu," lanjutnya.
Pernyataan ini merujuk pada fakta bahwa Murray sukses menundukkan Federer sebanyak lima kali dari tujuh pertemuan mereka. Dua kemenangan terakhir Murray bahkan terjadi di awal tahun ini.
Murray mulai jumawa? Tidak juga. Status unggulan yang disandangnya tidak membuatnya besar kepala. "Tidak ada bedanya apakah kamu diunggulkan atau tidak," katanya.
"Status unggulan tidak mengubah mentalitas saya. Ketika kamu diunggulkan untuk memenangi Wimbledon maka ada tekanan datang padamu. Seiring semakin dewasa dan semakin banyak pengalamaan yang saya miliki, maka apa yang dikatakan oleh rumah-rumah taruhan tidak akan mempengaruhi kondisi di lapangan. Yang jelas, lakukan saja pekerjaanmu," pungkas Murray.
(arp/krs)











































