Upaya Mencegah 'Hat-trick' Kericuhan

Jelang Australia Terbuka

Upaya Mencegah 'Hat-trick' Kericuhan

- Sport
Kamis, 15 Jan 2009 16:15 WIB
Upaya Mencegah Hat-trick Kericuhan
Sydney - Dalam dua penyelenggaraan terakhir, ajang Australia Terbuka selalu diwarnai insiden keributan. Panitia bekerja keras agar kejadian-kejadian itu bisa dicegah di kompetisi tahun ini.

Dua tahun silam keributan antar pendukung Serbia dan Kroasia pecah di Melbourne Park. Dalam kericuhan itu, para perusuh saling bertukar cacian sebelum kemudian menyerang lawannya dengan tongkat, gelas plastik bir, botol, dan juga tongkat-tongkat bendera.

Akibat kericuhan tersebut, sekitar 150 penonton kemudian diamankan dari area. Ini merupakan kerusuhan pertama yang terjadi dalam sebuah turnamen grand slam tenis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun lalu, sekelompok suporter Yunani berulah dengan menerikai petenis Chile Fernando Gonzales dengan kata-kata makian. Para suporter Yunani itu kemudian juga terlibat keributan dengan pihak keamanan yang kemudian membalas dengan semprotan merica.

Sayangnya, semprotan merica itu konon juga keliru mampir sehingga mengenai sejumlah wanita dan anak-anak yang ada di kerumunan penonton. Tayangan kericuhan ini bahkan ditampilkan di internet.

Tahun ini, panitia tidak ingin kecolongan lagi. Mereka membekali pihak keamanan dengan peralatan yang lebih baik, di mana selain semprotan merica biasa juga ada setabung semprotan busa yang isinya merica pula.

"Sebagai bagian dari standarisasi keamanan, semua anggota polisi akan membawa semprotan merica atau foam berisi merica saat sedang bertugas. Efek yang ditimbulkan tetap sama, tapi foam membuat polisi bisa mengenai target dengan lebih jitu," kata seorang juru bicara kepolisian negara bagian Victoria yang dikutip dari Telegraph.

Tahun lalu, menurut juru bicara itu, hanya tabung-tabung kecil semprotan busa merica yang tersedia di pos-pos transit polisi. "Semenjak itu tabung-tabung kecil foam disediakan untuk semua anggota yang bertugas dan akan dipergunakan di Australia Terbuka."

Atas nama keamanan, para penonton juga diancam denda sebesar 100 poundsterling (Rp 1,6 juta rupiah) jika mengganggu jalannya pertandingan, mengucapkan kata-kata ancaman, kasar dan tidak senonoh dan terlibat kerusuhan.

Pihak yang berwenang memiliki hak mengusir penonton dari wilayah Melbourne Park selama 24 jam. Polisi juga akan menyebar polisi berpakaian preman di penjuru tempat, serta lebih mendayagunakan kamera CCTV.

(krs/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads