Sejak sistem peringkat petenis dunia secara komputer digunakan tahun 1975, Jankovic adalah petenis putri pertama yang mengakhiri tahun sebagai nomor satu tetapi tanpa satu pun gelar Grand Slam di kantong.
Karenanya, perdebatan pun muncul perihal kepantasan Jankovic. Sebab, Serena Williams saja yang berada di bawah Jankovic, sudah mengoleksi sembilan gelar Grand Slam, dengan yang terakhir direbutnya di Amerika Terbuka 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia konsisten dan saya kira menjadi nomor satu juga adalah tentang menjadi konsisten. Dia sangat sulit untuk dikalahkan," komentar Mauresmo tentang Jankovic di Independent Weekly.
"Tetapi pada saat ini dia belum memenangi Grand Slam. Saya berada dalam posisi sama di awal karir saya. Anda merasa Anda layak untuk menghuninya, tetapi tentu saja Anda ingin membuktikannya dengan menjuarai Grand Slam," lanjut Mauresmo.
Jankovic berpeluang untuk merebut titel Grand Slam perdananya di AS Terbuka tahun lalu, namun dia kalah di tangah Serena. Menurut Mauresmo, Jankovic tak usah cemas karena usianya baru 23 tahun.
"Situasi menjadi lebih sulit saat waktu terus berjalan. Bagi dia, saya pikir dia masih di awal. Dia jadi nomor satu untuk pertama kalinya tahun lalu. Jadi, itu masih berada di genggamannya dan saya pikir dia akan sukses di sebuah titik," tandas Mauresmo.
Jankovic akan menjadi unggulan teratas di Australia Terbuka yang akan dimulai Senin (19/1/2009). Di babak pembuka, petenis Serbia itu bakal meladeni petenis Austria Yvonne Meusburger.
(arp/key)











































