Bulan Januari adalah musim yang panas di Sydney, Australia. Pada gelaran Australia Terbuka tahun ini, jangan heran kalau suhu bisa melebihi 37 derajat celcius saat pertandingan digelar.
Di hari pertama turnamen, Senin (19/1/2009), hawa panas itu membuat pihak penyelenggara harus melakukan penyesuaian. Para petenis wanita dan yunior diberikan jeda 10 menit antara set kedua dan ketiga pertandingan mereka masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu petenis yang merasakan benar teriknya sengatan Matahari itu adalah Jelena Jankovic. Petenis nomor satu wanita itu mengaku lapangan terasa amat panas ketika dia turun bertanding di putaran pertama lawan Yvonne Meusburger.
"Satu masalah yang aku rasakan adalah kakiku (seperti) terbakar. Sol sepatuku jadi sangat panas. Mungkin Anda melihat kalau kemudian aku sempat meletakkan kakiku di es untuk mencoba mendinginkannya," aku Jankovic di Reuters.
Hal serupa, meski dengan efek berbeda, dirasakakan oleh Marcos Baghdatis. Dia mengaku sampai ingin muntah karena panasnya sengatan Matahari.
"Kondisinya, mataharinya, (pancarannya) sangat kuat. Dengan hanya berada di sana, Anda tak bisa bernafas. Aku hanya ingin muntah," papar Baghdatis.
Ajang Australia Terbuka yang biasanya digelar menjelang akhir bulan Januari tepat jatuh pada periode terpanas dalam satu tahun di 'Negeri Kanguru' itu.
Beberapa antisipasi dilakukan pihak penyelenggara, di mana dalam kasus-kasus ekstrem ketika panas mencapai lebih dari 40 derajat celcius, ofisial berhak mengentikan permainan dan meminta atap lapangan ditutup.
(krs/arp)











































