Federer Kini Lebih Rileks

Australia Terbuka

Federer Kini Lebih Rileks

- Sport
Selasa, 20 Jan 2009 06:38 WIB
Federer Kini Lebih Rileks
Melbourne - Usai mengalami tahun yang berat di 2008, Roger Federer menatap tahun 2009 dengan optimisme. Setelah mengawali perjalanannya di Australia Terbuka dengan baik, ia pun mengaku dirinya kini lebih rileks.

Tahun lalu, penampilan Federer bisa dibilang tak memukau. Beberapa kali ia ditundukkan oleh rival-rivalnya, seperti rafael Nadal dan Novak Djokovic, dalam beberapa turnamen besar.

Di Australia Terbuka tahun lalu, petenis asal Swiss ini sudah tersingkir di semifinal setelah dikalahkan Djokovic yang akhirnya keluar sebagai juara. Sementara di Prancis Terbuka dan Wimbledon dia ditundukkan oleh Nadal yang kini memegang status petenis nomor satu dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Federer sempat bangkit ketika berlaga di turnamen Amerika Terbuka pada bulan September. Pada laga final ia berhasil mengalahkan petenis yang namanya tengah naik daun, Andy Murray.

Apa yang menyebabkan performa Federer sebegitu labilnya tahun lalu? Ia menyebut bahwa dirinya kerap terganggu oleh cedera sehingga permainannya sulit untuk berkembang. Bahkan rasa sakit yang diakibatkan cederanya itu membuatnya sulit untuk berlatih.

Namun, itu semua sudah berlalu. Federer kini menatap ke depan dan hal itu dibuktikannya di turnamen Australia Terbuka tahun ini di mana ia sukses menyingkirkan Andrea Seppi di babak pertama.

Memang capaian tersebut masih terlalu dini untuk menilai penampilan Federer, tetapi yang bersangkutan sendiri sudah merasa menemukan performanya kembali. Menurutnya, yang perlu dilakukannya kini adalah mengasah kembali ritme permainannya.

"Saat itu (merujuk ke tahun lalu, red) saya merasa tidak fit, saya merasa kesulitan untuk bertanding dan juga berlatih. Tahun ini saya memiliki lebih banyak persiapan dan saya sudah tahu bagaimana saya harusnya bermain," ujarnya seperti dilansir Yahoosports.

"Mungkin saat ini saya merasa lebih rileks. Ketika Anda menjadi nomor satu di dunia, Anda selalu menundukkan kepala Anda, dan selalu mencoba untuk memenangi semua turnamen. Mungkin hal itu membuat Anda lupa menikmati permainan."

"Mungkin untuk hari atau pada enam bulan ke belakang, setelah melalui tahun yang berat, terkadang Anda bisa menunjukkan sedikit lebih banyak emosi karena Anda baru saja melalui waktu yang berat," tandasnya.

Federer kini tengah memburu rekor yang dipegang oleh Pete Sampras, yakni mengoleksi 14 buah titel grand slam. Rekor tersebut bisa diraihnya apabila ia bisa menjuarai Australia Terbuka tahun ini.

(roz/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads