Seperti diberitakan sebelumnya, lusinan orang yang umumnya beretnis Serbia dan Bosnia, terlibat perkelahian seusai pertandingan Novak Djokovic dan Delic, Jumat (23/1/2009) siang WIB.
Tawuran itu terjadi di areal Rod Laver Arena, Melbourne, di mana terdapar layar TV besarΒ yang bisa dinikmati oleh fans yang tidak menonton di dalam arena pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi, yang memang sudah mengantisipasi potensi kerusuhan ini, dilaporkan bertindak cukup cepat untuk mengendalikan keadaan. Sejumlah pelaku pun telah diamankan dan ditahan.
Delic, yang sehari sebelum pertandingan meminta fans tidak berlaku onar lewat blog-nya, mengaku sedih bahwa hal ini terjadi juga. Padahal di lapangan ia dan Djokovic telah menyuguhkan permainan menarik dan menghibur, dan mereka saling berangkulan akrab setelah pertandingan selesai.
"Saya benar-benar sedih mendengarnya. Tidak seharusnya hal itu terjadi di sini. Ini pertandingan tenis," ujarnya dalam jumpa pers yang dikutip Reuters.
"Novak dan saya berteman. Tentu saja kami berdua kompetitor. Pada akhirnya ini pertandingan yang fair dan tak ada alasan untuk hal-hal (rusuh) seperti itu," sambungnya.
"Saya tak tahu siapa yang mulai, siapa mengakhiri, atau apapun. Saya yakin memang ada orang-orang yang ingin menimbulkan masalah. Memang ini terjadi di mana-mana di seluruh dunia. Sayangnya, ini terjadi di sini hari ini. Saya yakin beberapa orang yang tak bersalah mengalami cedera. Ini menyedihkan," tutur pemain berusia 26 tahun itu.
Sementara itu Djokovic mengatakan dirinya hanya berusaha fokus ke pertandingan. Ia memuji fans di dalam stadion yang berkelakuan baik.
"Ini pertandingan bagus. Sangat nikmat untuk dimanikan dan ditonton. Penonton menikmatinya. Saya sangat senang dengan cara orang Serbia dan Bosnia menyemangati kami, bereaksi pada apa saja," tukas pemain nomor tiga dunia itu.
"Kami saling menaruh respek tinggi, Amer dan saya. Kami sudah lama kenal. Dia orang yang asyik."
(a2s/krs)











































