Vera nyaris selalu terlihat bersama Dementieva dalam 10 tahun perjalanan karir pemain asal Rusia tersebut. Maklum, ia juga merangkap sebagai pelatih anaknya yang saat ini berusia 27 tahun itu.
Namun di Melbourne tahun ini Elena harus berlaga sendirian. Sang ibu tak bisa mendampingi karena alasan kesehatan. Ia tidak merinci penyakit sang ibu dan hanya mengatakan bahwa Vera harus beristirahat di rumah mereka di Moskow.
Dementieva sempat ditemani kakak laki-lakinya Vsevolo, tapi tidak lama karena ia harus kembali ke Rusia untuk bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tak bisa datang karena alasan medis. Dia merasa tidak enak (badan) dan bagi saya ini terasa aneh. Kala ibu tidak ada saya merasa aneh, apalagi waktu masuk ruang ganti, orang-orang selalu bertanya, mana ibumu?" sambungnya.
Dementieva tidak turun mental atau patah semangat, ketika orang yang dicintainya tidak bisa berada di sisinya. "Orang-orang selalu bertanya kepada saya, mengapa saya bermain begitu baik. Saya hanya berusaha membahagiakan ibu karena beliau dalam kondisi kurang baik. Saya hanya ingin membuat dia sedikit lebih baik," tutur petenis kelahiran 15 Oktober 1981 ini.
Tanpa kehadiran sang ibu, Dementieva sukses melaju ke babak 16 besar Australia Terbuka 2009. Di babak itu ia akan bertarung melawan Dominika Cibulkova dari Slovakia.
Dementieva belum pernah memenangi turnamen Grand Slam. Prestasi terbaiknya baru runner up Prancis Terbuka dan AS Terbuka di tahun 2004. Australia Terbuka edisi ke-41 ini adalah turnamen Grand Slam ke-41 yang dikuti Dementieva.
Performa dia di awal tahun ini cukup impresif. Sejak memenangi turnamen pemanasan di Auckland dan Sydney beberapa minggu lalu, ia sudah memenangi 13 pertandingan berturut-turut.
Saat ditanya pula apakah memiliki mitos-mitos tertentu terkait permainannya, ia menyebut satu hal. "Pokoknya aku senang bermain di nomor tunggal dengan mengenakan baju yang sama dari awal sampai akhir turnamen."
(a2s/roz)











































