Dokic memastikan tiket ke babak delapan besar setelah menundukkan Alisa Kleybanova dengan 7-5, 5-7 dan 8-6. Di babak selanjutnya dia akan menantang petenis Rusia lainnya yang ditempatkan sebagai unggulan tiga, Dinara Safina.
Ini merupakan prestasi besar buat petenis Australia itu mengingat ranking WTA-nya sempat melorot hingga ke posisi 621 setelah bergelut dengan berbagai masalah keluarga, utamanya perseteruan dengan Damir Dokic, sang ayah. Sayangnya prestasi tinggi yang kini dia dapat di Melbourne tak juga mampu meluluhkan hati Damir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu yang lalu panitian Australia Terbuka memang sempat mengeluarkan pernyataan kalau Damir Dokic akan dibebaskan membeli tiket di Melbourne Park. Meski begitu dia tak akan diperbolehkan melakukan kontak dengan Dokic kecuali mendapat izin langsung dari petenis yang kini berusia 25 tahun itu.
Jelena Dokic yang pindah dari Eropa ke Australia pada 1994, berpisah dengan keluarganya setelah dia mulai berlatih dengan pelatih berkebangsaan Kroasia, Borna Bikic di 2003. Dia melepaskan kewarganegaraan Australianya pada tahun 2001 untuk kemudian membela Serbia, namun pada tahun 2006 dia kembali mengantongi paspor Australia.
"Saya sudah katakan sebelumnya kalau seluruh hubungan saya dengannya sudah berakhir. Itu adalah keajaiban yang tak mungkin untuk melihatnya berubah. Saya tak melihat itu terjadi saat ini. Saya punya kehidupan dan punya tenis. Saya ingin melakukannya seperti itu. Mengetahui karakternya, saya tak melihat akan adanya perubahan," sahut Dokic.
Damir sempat mengancam akan menculik anaknya sendiri setelah mengklaim kalau Dokic sudah menjadi korban pencucian otak oleh Australia dengan "bantuan dari Kroasia dan Vatikan. Dia juga sempat menjadi berita saat membanting telepon seorang wartawan saat hadir di Wimbledon. Sementara di Amerika Serikat Terbuka 2000 dia melakukan tindak kekerasan terhadap seorang staff turnamen hanya karena harga salmon yang dibelinya untuk sarapan.
Pernyataan Dokic yang menyebut dirinya sama sekali tak pernah berkomunikasi dengan dirinya juga dibantah, Damir. "Kami berbicara pada bulan Oktober saat ingin kembali ke Serbia."
Langkah Dokic untuk bisa sampai ke final masih cukup panjang dan berat karena beberapa petenis papan atas menghadang untuk ditaklukkan. Jika akhirnya masuk final, apakah Damir akan menyaksikan anaknya bertanding?
"Saya tak pernah melihat pertandingannya. Saya tak butuh merasa stres akibat menyaksikannya. Saya menderita darah tinggi," pungkas dia.
(din/din)











































