Pemuda berusia 21 tahun itu menyudahi pertandingannya dengan Andy Roddick pada set keempat. Pada laga perempatfinal itu, Djokovic terlihat kelelahan dan beberapa kali meminta time out untuk memulihkan kondisinya.
Dalam komentarnya, Roddick sempat mengisyaratkan bahwa lawannya itu bertanding dalam kondisi yang kurang fit. Petenis asal Amerika Serikat itu pun turut bersimpati untuk Djokovic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djokovic akhirnya buka suara mengenai mundurnya dia. Ia mengaku merasakan kejang dan kelelahan di sekujur tubuhnya, efek dari panasnya cuaca yang tengah menaungi kota Melbourne.
Seperti diberitakan Reuters, kala itu temperatur Melbourne mencapai 40 derajat celcius, cukup untuk membuat seseorang memilih tetap berada di rumah atau berendam di kolam renang.
"Kejang dan kelelahan di sekujur tubuh," jelasnya. "Sangat disayangkan saya mengakhiri Australia Terbuka 2009 dengan cara seperti ini. Saya sudah mencoba kemampuan terbaik saya, tetapi terkadang Anda tak bisa melawan tubuh Anda sendiri."
Beberapa meteorologis bahkan memprediksikan bahwa Melbourne akan mengalami hari-hari terpanas sejak tahun 1908. Temperaturnya diperkirakan akan melampaui angka 40 derajat celcius selama lima hari berturut-turut.
Wajar apabila beberapa petenis, seperti Djokovic, akhirnya kesulitan bertanding dan beberapa di antaranya akhirnya memilih mundur. Mereka adalah Marion Bartoli yang kalah dari Vera Zvonareva dan Maria Azarenka yang mundur ketika melawan Serena Williams.
"Saya harus mengatakan bahwa ini adalah kondisi yang menyulitkan. Di sini sangat panas. Saya tak berpikir bahwa memainkan satu laga perempatfinal pada pukul satu siang adalah hal yang adil. Ketika itu cuaca sedang panas-panasnya. "
"Sementara pertandingan lainnya dimainkan pada pukul 07.30. Tapi saya pikir memang beginilah keadaannya," tukas Bartoli.
(roz/a2s)











































