Federer Pertanyakan Medical Time Out

Australia Terbuka

Federer Pertanyakan Medical Time Out

- Sport
Kamis, 29 Jan 2009 03:32 WIB
Federer Pertanyakan Medical Time Out
Jakarta - Berpura-pura cedera demi mendapat keuntungan tak cuma ada di sepakbola. Di tenis kondisi serupa bisa ditemui, hal mana membuat Roger Federer mempertanyakan medical time out yang banyak disalahgunakan.

Berdasarkan regulasi yang dibuat Federasi Tenis Internasional (ITF), setiap petenis mendapat hak untuk meminta dua kali time out yang masing-masing berdurasi tiga menit. Ini bisa dilakukan jika pelatih melihat ada kondisi yang bisa mengancam petenis, misalnya cedera atau suhu yang terlalu panas.

Aturan tersebut tentu dibuat untuk maksud yang baik yakni agar petenis tak sampai mengalami cedera parah atau kondisi lain yang membahayakan. Namun belakangan beberapa petenis memanfaatkan hak tersebut untuk tujuan lain. Mereka akan meminta time out jika dalam posisi tertinggal semata untuk menghentikan momentum dan merusak konsentrasi lawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin di pinggir lapangan, aturan tersebut masih sering disalahgunakan. Pada petenis yang melakukan itu saya bisa katakan bahwa jika memang tidak dalam kondisi yang baik silakan keluar dari pertandingan," ungkap Federer di Eurosport.

"Saya benar-benar merasakannya saat menghadapi pemain muda, saat saya mulai merasa gelisah ingin menyelesaikan pertandingan. Anda kehilangan set dengan mudah, lalu Anda pergi ke toilet dan memanggil pelatih untuk membebat pergelangan kaki. Yang kemudian terjadi adalah, Anda memiliki waktu ekstra 20 menit di luar lapangan untuk berpikir strategi apa yang akan digunakan," sambung petenis yang juga menjabat Presiden Dewan Pemain ATP itu.

Meski begitu petenis berjuluk FedEx itu tak memungkiri kalau medical time out masih sangat dibutuhkan. Apalagi kalau ada pemain yang benar-benar cedera.

"Celakanya, bila sesuatu yang buruk benar-benar terjadi, maka time out kita perlukan. Kita harus membicarakan ini dan melihat apa yang terjadi," pungkas petenis nomor dua dunia ini.

Menyalahgunakan time out untuk memecah konsentrasi lawan juga terjadi di Australia Terbuka 2009 ini. Salah satu contohnya adalah kala petenis tuan rumah Lleyton Hewitt ditundukkan Fernando Gonzales. Penonton tuan rumah mencibir Gonzales, karena meminta rehat saat Hewitt unggul.

Petenis AS Andy Roddick pun menyatakan keluhan serupa. Ia ditundukkan petenis Serbia Novak Djokovic di babak perempat final. "Saya bingung, karena setiap time-out, ada saja cedera yang dia alami. Dia mendapat perawatan di betis, leher, dan lengan. Namun saya menebak, dia mengalami kejang otot," tutur Roddick. (din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads