Final Super Spesial Safina

Australia Terbuka

Final Super Spesial Safina

- Sport
Kamis, 29 Jan 2009 17:26 WIB
Final Super Spesial Safina
Melbourne - Dinara Safina senang bukan main bisa menembus final Australia Terbuka. Selain berpeluang memenangi titel Grand Slam pertamanya, ada hal lain yang membuat final itu sangat spesial buat dia. Apa?

Safina berhasil mencapai babak pamungkas setelah menundukkan Vera Zvonareva di semifina, Kamis (29/1/2009) dengan skor 6-3 7-6. Petenis berusia 22 tahun ini akan bertarung dengan Serena Williams pada Sabtu lusa.

Ini adalah kali kedua Safina mencapai final turnamen Grand Slam setelah tahun lalu di Prancis Terbuka. Hanya saja ia belum pernah juara. Di Roland Garos ia dikalahkan Ana Ivanovic. Jadi, ia mungkin bisa merasakan jadi juara Grand Slam di Melbourne.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika bisa menang atas Serena, Safina akan memperoleh sebuah bonus berupa predikat petenis putri nomor satu dunia. Siapapun pemenang final tersebut dipastikan merebut puncak daftar peringkat WTA setelah Jelena Jankovic tersingkir di babak keempat.

"Sejak saya dulu saya bermimpi jadi petenis nomor satu dunia," tukas Safina, seperti dilansir Reuters. "Melawan Serena dan memperebutkan nomor satu sungguh tak bisa dipercaya."

"Saya berharap laga final akan menjadi pertandingan yang baik dan dinikmati semua orang, siapapun yang akan menang nanti. Kami akan berjabat tangan di akhir pertandingan dan berkata: 'oke, Anda layak menjadi nomor satu'," sambung petenis Rusia ini.

Jika gelar Grand Slam pertama dan tahta teratas tenis putri sudah di tangan, satu bonus istimewa lain akan ia persembahkan untuk sang kakak, Marat Safin, yang sudah terlempar di turnamen ini di babak ketiga.

Kemenangan di Melbourne tentu akan menjadi hadiah manis bagi sang Kakak, yang dua hari lalu merayakan ulang tahunnya yang ke-29. Safina juga mengincar kejayaan keluarganya setelah Safin juara di Australia empat tahun silam.

"Saya menyaksikan kakak saya dari TV saat memenangi turnamen. Bahkan kalau saya menontonnya lagi sekarang, saya masih bisa menangis," ujar Safina.

"Akan sangat hebat kalau saya bisa mengikuti langkahnya. Dia idola saya, sampai sekarang. Kalau bisa sehebat dia, ini luar biasa."

"Dua hari lalu dia berulang tahun. Mungkin saya akan dapat uang (dari sini) untuk membelikan dia hadiah," senyum Safina.

(a2s/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads