Dalam partai selama lima jam dan 14 menit, Jumat (30/1/2009), Verdasco menyerah dari Nadal dalam berebut satu tiket final. Di partai puncak Nadal akan berhadapan dengan Federer yang sehari sebelumnya, Kamis (29/1/2009), sudah memastikan satu tempat.
Fakta bahwa Federer sudah berlaga 24 jam lebih dulu bikin Verdasco meradang karena itu artinya di final nanti sang petenis Swis akan lebih bugar ketimbang Nadal akibat adanya waktu istirahat lebih banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena seperti saat ini, kemarin Federer bermain tiga set dan hari ini Rafa bermain lima set, (dalam waktu) lima jam, dan dia akan punya satu hari lebih sedikit (untuk memulihkan diri)," lanjut dia.
Petenis Spanyol yang satu negara dengan Nadal itu pun mengaku cukup kaget ketika mendapati Federer sudah lebih dulu berlaga. "Aku seperti, 'Kenapa dia bermain sebelum kami?'. Dia akan punya waktu lebih (untuk) memulihkan diri, dan di final dia akan punya keuntungan karena memiliki sehari lebih banyak."
Alhasil, Verdasco pun menyarankan agar pihak penyelenggara bisa menggelar partai semifinal tunggal putra dengan berbarengan, sebagaimana yang terjadi di tunggal putri.
"Saya pikir dengan dua pekan, Anda punya cukup hari untuk bikin jadwal yang tepat. Jadi saya tak tahu kenapa mereka melakukannya dan tentu saja saya pikir mereka harus mengubahnya," demikian Verdasco.
(krs/krs)











































