Bagi Safina, final Australia Terbuka tahun ini merupakan final grand slam-nya yang kedua. Sebelumnya, ia tampil pada final Prancis Terbuka tahun lalu di mana ia ditundukkan Ana Ivanovic dengan skor 4-7 3-6
Hari ini, Sabtu (31/1/2009), ia berhadapan dengan Serena di Rod Laver Arena. Menghadapi lawannya yang sudah sembilan kali jadi juara grand slam itu--menjadi sepuluh usai menjuarai Australia Terbuka ini--Safina tampak nervous di set pertama. Alhasil ia pun kalah 0-6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang pertandingan, petenis berusia 22 tahun ini melakukan 21 kali unforced error, sementara Serena hanya tujuh. Ia pun akhirnya tak bertahan lebih dari satu jam di lapangan.
Ia pun gagal mengulangi kesuksesan kakaknya empat tahun silam dan meraih titel grand slam pertamanya. Puncak teratas dari peringkat WTA pun harus ia relakan ke tangan Serena.
"Saya tak bisa berkata banyak apalagi saya tak bertahan selama satu jam di lapangan," ujar Safina di Reuters, mengomentari penampilannya hari ini.
Safina pun mengakui bahwa Serena memang tampil brilian dalam pertandingan tersebut dan bahkan membuatnya tak tampak seperti seorang petenis.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Serena karena saya hanya seorang ball boy di lapangan hari ini."
"Untuk semua yang mendukung saya, maaf apabila saya membuatnya sedikit mengecewakan hari ini. Tetapi, saya berharap tahun depan saya akan kembali lagi dan melakukannya dengan lebih baik," tandasnya.
(roz/roz)











































