Tak Mau Ber-'You Can See' Lagi, Nadal?

Tak Mau Ber-'You Can See' Lagi, Nadal?

- Sport
Senin, 02 Feb 2009 16:06 WIB
Tak Mau Ber-You Can See Lagi, Nadal?
Melbourne - Meninggalkan kebiasaan menggunakan kaos tanpa lengan, Rafael Nadal sukses menjuarai Australia Terbuka. Kalau dianggap membawa keberuntungan, akankah itu dipertahankan petenis Spanyol itu?

Setelah selama ini nge-top dengan penampilan khasnya dengan baju buntung tanpa lengan alias "you can see", Nadal terlihat beda dalam penampilannya di Australia Terbuka. Otot-otot lengannya tak bisa lagi dinikmati kamu hawa karena baju yang dipakainya kini berlengan.

Entah ada hubungannya atau tidak, gaya baru yang ditampilkan Nadal tersebut kemudian mendatangkan hasil memuaskan. Untuk kali pertama sepanjang karirnya dia memenangi seri Grand Slam di Australia setelah menundukkan Roger Federer dalam pertarungan lima set.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berganti style terbukti tak menurunkan performa petenis 22 tahun itu di atas lapangan. Usai mengalahkan FedEx di laga final, wartawan yang menemuinya di konferensi pers pun iseng bertanya apakah petenis Spanyol itu sempat merasa khawatir kehilangan kekuatan lantaran memakai kostum baru.

"Saya benar-benar khawatir soal hal itu. Saya pikir saya kehilangan kekuatan dengan baju baru ini. Ayolah, yang benar saja," seloroh Nadal seperti diberitakan BBC.

Kemenangan di Rod Laver Arena kemarin mengantar Nadal menjadi pemegang tiga gelar juara Grand Slam di empat turnamen terakhir, dia sebelumnya memenangi Prancis Terbuka dan Wimbledon tahun 2008 namun kalah di semifinal AS Terbuka. Total sudah enam gelar Grand Slam dibawa pulang Nadal ke Spanyol.

Meski mengaku sangat bangga dan puas dengan apa yang sudah diraihnya, termasuk dominasi atas Federer, Nadal enggan kalau dirinya disebut sebagai petenis putra terbaik dunia saat ini. Gelar demi gelar jelas masih dia harapkan, namun itu semua disebutnya akan dilalui dengan perjuangan ekstra berat.

"Saya sudah memenangi enam (Grand Slam) sekarang. Saya bahagia dengan jumlah tersebut dan saya akan terus menampilkan permainan terbaik setiap harinya demi mengembangkan kemampuan tenis saya dan tentunya meneruskan meraih kemenangan dan gelar juara."

"Tapi saya tahu semuanya akan sangat sulit. Setiap titel juara, saya tahu beratnya perjuangan untuk memenangi satu gelar. Saya tak tahu apakah saya bisa memenangi gelar lagi. Saat pertama memenangi kejuaraan, saya tak tahu apakah saya akan bisa menang kembali," pungkas dia. (din/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads