Usai pensiun dari bulutangkis pada tahun 2005 lalu, Sigit yang semasa jayanya bersanding dengan Candra Wijaya itu mengabdikan dirinya di Klub Djarum Indonesia. Tawaran untuk melatih di luar negeri diakui pria 33 tahun itu banyak datang kepadanya, namun kemudian ditolak karena memutuskan untuk lebih mengembangkan bulutangkis Indonesia dengan melatih di tanah air.
Kalau kemudian dia kini mau menukangi tim Rusia, itu lantaran ada permintaan dari Pemerintah Indonesia menyusul keinginan KBRI Moscow untuk menyediakan sparring partner dari Indonesia untuk Rusia. Apalagi Federasi Bulutangkis Rusia membidik langsung membidik nama mantan juara dunia ganda putra tahun 1997 dan All England 2003.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya Sigit akan mengadakan pembicaran intensif dengan pihak Federasi Bulutangkis Rusia selain meninjau sarana latihan yang tersedia dan juga kemampuan pemain bulutangkis pemain lokal. Dari situ ia akan membuat kerangka latihan dan target yang ingin dicapai bersama. "Setelah semuanya disepakati, maka saya baru akan memulai melatih mereka untuk kurun waktu tertentu," lanjut Sigit.
Sigit bisa jadi bukan satu-satunya pebulutangkis Indonesia yang bakal diboyong ke Rusia karena negara tersebut sudah meminta tambahan pelatih dan sparring partner di masa mendatang.
(din/arp)











































