Pada saat final di Rotterdam, Minggu (15/2/2009), Murray berhasil mengatasi Nadal dengan skor 6-3 4-6 6-0. Meski demikian petenis No.1 dunia ini memang tidak dapat berkonsentrasi penuh setelah mengalami masalah pada lutut kanannya.
Nadal sempat meminta time out untuk mendapatkan perawatan di game ketiga memasuki set kedua. Meskipun petenis Spanyol ini tampak tidak lagi mengerahkan kekuatannya saat melakukan service namun dia tetap menolak untuk menyerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dia meminta time out dia tidak dapat berlari lagi dan hanya memukul bola dengan keras dari baseline. Ini sangat mengecewakan dan pada akhirnya tak terlalu menghibur," aku Murray seperti dilansir Reuters.
"Maaf Rafa, saya tahu dia kesakitan pada kakinya. Itu menunjukkan bagaimana bagusnya dia sebagai pemain. Dia masih dapay melakukannya untuk mengatasi saya dengan satu kaki," puji Murray kepada Nadal.
Sementara Nadal tidak mau menyalahkan cederanya untuk kekalahan dua kali berturut-turut atas Murray. Tahun lalu dalam pertemuan terakhirnya dengan Murray, Nadal dikalahkan oleh petenis Inggris di semifinal Amerika Serikat Terbuka.
"Murray bermain lebih baik hari ini. Saya telah mencobanya namun tak dapat melakukannya lagi di set ketiga. Saya punya opsi tak menyelesaikan pertandingan. Namun itu bukan sebuah cara baik untuk menyelesaikan sebuah final," ungkap Nadal.
(key/arp)











































