Seperti diberitakan sebelumnya, visa Peer ditolak oleh Uni Emirat Arab sehingga ia tak mendapatkan izin untuk masuk ke negara tersebut. WTA kemudian mengajukan keberatan atas keputusan tersebut.
Penolakan petenis berperingkat 48 dunia itu cukup mengejutkan karena dia sempat mendapatkan visa untuk bermain di Qatar Terbuka di Doha tahun lalu. Kunjungannya tahun lalu dianggap sebuah keberhasilan baik di tenis dan juga hubungan diplomatik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bermaksud mencampuradukkan politik dengan olahraga. Namun, kami harus sensitif terhadap kejadian yang tengah berlangsung di region ini dan tidak mengasingkan atau memberikan risiko kepada si petenis, juga kepada penggemar tenis dari berbagai negara yang ada di UEA ini," ujar direktur turnamen, Salah Tahlak, seperti dilansir Yahoosports.
Pihak penyelenggara takut apabila Peer diizinkan bertanding maka akan ada gelombang protes atau boikot, bahkan gangguan lain terhadap Peer sendiri.
(roz/arp)











































