WTA akhirnya mengambil sikap tegas kepada pihak penyelenggara WTA Tour di turnamen di Dubai setelah Peers ditolak tampil di negara Uni Emirat Arab. Dubai Terbuka pun diberi hukuman denda sebesar US$ 300.000 atau sekitar sebesar Rp 3,5 miliar.
Itu merupakan Pihak WTA mengungkapkan bahwa itu adalah sanksi denda yang terbesar yang pernah dijatuhkan kepada anggota WTA Tur. Sementara Peers mendapatkan hadiah uang kompensasi sebesar US$ 44.450 plus 130 rangking poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maksud tindakan ini untuk mengirim pesan yang jelas bahwa tur kami tidak akan mentolerir segala macam diskriminasi dan kami tidak ingin situasi seperti ini terjadi lagi di UEA atau tempat lain," lanjkut Scott dalam statementnya.
Peer gagal untuk bisa memperbaiki posisinya di turnamen Dubai Open setelah UEA tidak memberikan visa kepada petenis Israel itu masuk ke negera tersebut. UEA beralasan karena mereka tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Hal itu pun langsung mengundang sorotan karena mereka berpendapat bahwa olahraga dan politik tak bisa dicampur. UEA pun sempat melunak dengan mengizinkan visa kepada petenis ganda putra Israel Andy Ram untuk tampi di Dubai Terbuka.
(key/key)











































