Di Crandon Park, Senin (6/4/2009) dinihari WIB, Murray tampil dominan di set pertama, di mana ia menyudahi set tersebut dengan keunggulan 6-2. Di set kedua, Djokovic sempat bangkit, tetapi Murray tetap tangguh. Petenis peringkat empat dunia itu pun menyudahi permainan dengan skor 7-5.
Bagi Murray, ini merupakan titel masters-nya yang ketiga. Sebelumnya ia telah memenangi Cincinnati Masters dan Madrid Masters yang sama-sama diraihnya pada tahun 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami beristirahat sejenak, lalu ia kemudian datang dan memenangi 60 hingga 70 persen poin. Saya mulai gagal memukul beberapa bola dan saya kehilangan ritme saya untuk sementara waktu."
"Tetapi sangat jelas saya berhasil menemukan kembali ritme itu ketika memasuki waktu terpenting di akhir set," tandasnya.
Pemuda berusia 21 tahun ini pun mengaku kepercayaan dirinya semakin tinggi. Apalagi ia mengakui bahwa memenangi seri master merupakan hal yang sulit, satu tingkat di bawah grand slam.
"Setiap kali memenangi turnamen, itu memberikan Anda kepercayaan diri. Seri master selalu menjadi salah satu turnamen besar setelah grand slam. Turnamen ini cukup sulit untuk dimenangi," pungkasnya.
Gelar ini merupakan gelar juara ketiga yang diraihnya pada tahun 2009 ini. Sebelumnya ia sudah tampil sebagai juara di turnamen Qatar Open pada bulan Januari dan ABN AMRO Tournament pada bulan Februari. (roz/krs)










































