Safina memang belum berhasil memenangi satu Grand Slam-pun. Tapi posisinya naik berkat empat titel juara WTA di tahun lalu, yakni di Montreal, Los Angeles, Berlin dan Tokyo.
Selain keberhasilan tersebut, petenis Rusia itu juga menjadi runner-up di lima kompetisi lain, termasuk ketika dia ditekuk Serena di final Australia Terbuka 2009, dan juga di Prancis Terbuka 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adik kandung petenis Marat Safin itu pun jadi bertambah bangga karena kini bisa mengikuti jejak sang kakak yang juga pernah jadi nomor satu di tangga tenis putra dunia.
Β
"Kian spesial buatku karena kakaku Marat juga pernah mencapai nomor satu dan aku bahagia membagi capaian ini bersamanya," kata Safina.
Sistem perangkingan ini sendiri sempat dipertanyakan pekan lalu oleh Serena yang akan digeser Safina. Gugatan itu tampaknya juga mengusik kebahagiaan Safina.
"Tak diragukan meski aku sangat bangga dengan hasil-hasilku tahun lalu, aku ingin mencapai (posisi satu) ini dengan cara berbeda. Aku harap bisa membuktikan kepada semua orang di bulan-bulan mendatang bahwa aku layak jadi nomor satu dunia," tegas Safina.
Rangking secara keseluruhan secara resmi akan dirilis pada 20 April mendatang.
(krs/arp)











































