Atap di atas lapangan utama All England Club untuk kali pertama akan dioperasikan di Wimbledon tahun ini yang bakal mulai digelar pada bulan Juni mendatang.
Selama ini, Wimbledon banyak diganggu oleh cuaca yang tak menentu yang kerap melanda Inggris di musim panas. Gangguan utama yang paling kerap terjadi adalah turunnya hujan yang memaksa pertandingan dihentikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain untuk mengatasi persoalan hujan, keberadaan atap ini juga membuat pertandingan tetap bisa dilaksanakan meski hari sudah petang. Instalasi 120 lampu di stadion bisa membuat permainan tetap dilanjutkan meski di luar sudah gelap.
Meski begitu, panitia penyelenggara menyebutkan bahwa tidak ada rencana untuk memainkan pertandingan malam seperti yang dilakukan di Australia Terbuka dan AS Terbuka walau tidak menampik kemungkinan untuk itu.
"Kami tidak ingin melihat pertandingan tenis di malam hari. Kami berharap dan yakin bahwa pertandingan akan selesai saat siang hari," ujar Chief Executive All England Club Ian Ritchie seperti dikutip Reuters.
"Namun bila mereka belum selesai, kami akan menutup atap dan merampungkannya," tukas Ritchie.
Sebelum dipakai di Wimbledon yang sebenarnya, sebuah pertandingan eksebisi akan digelar di bawah atap tertutup pada 17 Mei. Beberapa mantan petenis top dunia seperti Andre Agassi, Steffi Graf, Tim Henman dan Kim Clijsters akan ambil bagian.
(arp/roz)











































