Safina berulangtahun ke-23 pada Senin (27/4/2009). Gadis Rusia itu menerima sebuah kue ultah berwarna pink dari panitia penyelenggara Porsche Grand Prix, turnamen pertama yang diikuti Safina sejak dinobatkan sebagai nomor satu pekan lalu.
Ibarah sayur tanpa garam, Safina menduduki tahta teratas tanpa sebuah 'gong' bernama titel Grand Slam. Ia kalah dari Serena Williams, yang ia geser dari peringkat satu, di final Australia Terbuka tahun ini. Tahun lalu, Safina kalah dari Ana Ivanovic di final Prancis Terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mencoba merayakan setiap kali ada kesempatan. Tetapi saya bekerja keras untuk memenangi Grand Slam. Itulah target berikut saya," ungkap Safina sebagaimana dikutip YahooSports.
"Saya merasa bisa melakukannya. Saya sudah pernah ada di dua final. Saya belum menyelesaikan misi saya di dalam tenis," imbuh petenis kedua Rusia yang pernah bertahta di peringkat satu setelah Maria Sharapova itu.
Keberhasilan Safina menjadi nomor satu juga menjadikannya menorehkan sebuah rekor unik. Safina dan Safin adalah kakak-beradik pertama yang sama-sama pernah menduduki peringkat satu dunia di kancah tenis profesional.
(arp/din)











































