Tampil sebagai unggulan pertama, Nadal bertarung memperebutkan titel melawan juara bertahan, Minggu (3/5/2009)Β waktu setempat. Hasilnya, ia hanya kesulitan di set pertama tapi menang mudah di set kedua. Skor akhir 7-6 6-2 buat Nadal.
Ini adalah kali keempat petenis kidal Spanyol itu mencetak prestasi tertinggi di Roma Masters, yang sekaligus capaian terbanyak yang pernah ada. Sebelumnya ia berbagi rekor juara tiga kali dengan Thomas Muster, Maertin Mulligan, dan Jaroslav Drobny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini salah satu kemenangan terpenting dalam karirku," demikian Nadal, yang di bulan ini akan mengejar rekor memenangi Prancis Terbuka lima kali berturut-turut, dalam konferensi pers pasca pertandingan melawan Djokovic.
"Menang di Roma adalah sukses besar. Aku kini sudah punya 15 titel Masters Series, dan itu banyak. Aku tentu saja sangat senang karenanya," sambungnya, seperti dikutip dari Reuters.
Sementara itu Djokovic untuk kedua kalinya di turnamen ini sempat membanting raket karena kesal. Setelah melakukannya saat melawan Albert Montanes di babak-babak awal, pemain Serbia ini mengulanginya saat menghadapi Nadal, ketika servisnya gagal.
"Ketika aku perlu mungkin sedikit lebih bersabar, dan supaya pukulan-pukulanku baik, aku malah membuat beberapa kesalahan," tutur Djokovic, yang dipastikan kehilangan tempatnya di posisi tiga besar dalam daftar peringkat ATP, yang direbut Andy Murray.
"Aku sudah main sangat baik di tiga Masters Series terakhir, dan aku sangat senang dan ketajamanku saat ini," tambah pemain yang juga masuk final di Miami dan Monte Carlo di bulan lalu itu.
"Jadi, aku akan mencoba tetap fit secara fisik karena itulah yang sangat dibutuhkan untuk dua bulan ke depan sampai Wimbledon selesai."
"Kepercayaan diri sangat penting dalam olahraga ini, bahkan dalam olahraga apapun. Sekarang aku pikir aku punya konfidensi yang bagus," pungkas Djokovic. (a2s/roz)











































