Dokic Tertekan dengan Kelakuan Sang Ayah

Dokic Tertekan dengan Kelakuan Sang Ayah

- Sport
Kamis, 07 Mei 2009 15:00 WIB
Dokic Tertekan dengan Kelakuan Sang Ayah
Sydney - Setelah ayahnya ditahan karena mengancam akan meroket Dubes Australia di Serbia, Jelena Dokic memberi pengakuan bahwa ayahnya, Damir, merupakan orang yang membuatnya merasa tertekan.Β Β 

Petenis berusia 26 tahun ini mengatakan bahwa permasalahan itulah yang membuat dia memilih untuk meninggalkan keluarganya demi keluar dari tekanan fisik dan mental. Ia mengaku semua masalah tersebut didapati dariΒ  sang ayah.

"Saya mengalami hal buruk lebih banyak dibanding semua orang di tur (tenis internasiona)Β  ini. Saya dapat mengatakannya dengan penuh percaya diri," ungkap Dokic kepada majalah Australia, Sport & Style , Kamis (7/5/2009), yang dilansir Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada satu masa ketika tidak ada satupun yang bisa membuat saya merasa bahagia. Rasanya saya ingin kehidupan orang lain saja."

Saat mengikuti Australia Terbuka tahun ini Dokic untuk pertama kalinya mengakui kepada publik bahwa ia sempat mengalami depresi karena masalah keluarga.

Petenis Serbia yang memilih menjadi warga negara ke Negeri Kanguru itu kemudian meminta maaf atas sikapnya yang berapi-api tesebut, dan membeberkan kelakukan buruk ayahnya. Tapi ia pun meminta sikapnya itu dimengerti.

"Setiap orang punya situasi yang berbeda, masalah yang berbeda. Tak ada yang tahu secara pasti masalah yang menimpaku. Saya juga tidak tahu permasalahan orang lain. Apapun yang telah terjadi, baik atau buruk, akan tetap di sana. Itulah yang membuat Anda seperti sekarang," tuturnya.

Dokic sudah lama hidup terpisah dari Damir. Lahir di bekas wilayah Yugoslavia, ia dan keluarganya hijrah ke Sydney dan membela Australia di Olimpiade 2000. Tahun 2001 ia memilih membela Serbia lagi sebelum kembali berbendera Australia mulai 2006.

Adapun Damir Dokic sudah dikenal sebagai figur yang temperamental dan sering membuat berita kontroversial terkait dengan karir anaknya. Kasus terakhir, ia mengaku ingin meroket dubes Australia di Serbia.

Ia rupanya marah atas wawancara anaknya dengan majalah Sport & Style, yang menyebutkan bahwa Damir suka memukuli Dokic. Petenis berusia 26 tahun itu bahkan mengaku pernah kabur dari rumah pada tahun 2002.

Damir mengatakan bahwa wawancara itu adalah "serangan berkelanjutan kepada dirinya dengan maksud yang jelas untuk membunuh dia". Ia juga menambahkan, "tak ada anak yang tidak pernah dipukul orang tuanya, termasuk Jelena". (a2s/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads