Pada laga final, Sabtu (9/5/2009) Safina menguasai pertandingan antara sesama petenis Rusia. Ia akhirnya menuntaskan perlawanan Kuznetsova 6-3, 6-2 setelah bermain selama satu jam setengah.
Kuznetsova melakukan 30 unforced errors, sedangkan Saβfina 16. Petenis nomor delapan dunia ini juga hanya mengambil dua dari 11 kesempatan break poin, sedangkan Saβfina lima dari sembilan kesempatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Safina untuk mengejar gelar grand slam di Prancis Terbuka di akhir bulan ini. "Saya merasa sangat senang," ungkapnya seperti dilansir Reuters.
"Ini memberikan saya banyak kepercayaan diri saat di musim lapangan tanah dimulai dengan satu final dan satu gelar. Tidak ada yang lebih baik dari ini," kata petenis berusia 23 tahun ini.
(key/krs)











































