Orang itu adalah Sudirman, salah seorang pendiri Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Pada tahun 1986, Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) menyetujui pembuatan Piala Sudirman untuk menghormati jasa pria yang akrab dipanggil Dick ini bagi dunia bulutangkis.
Maka, pergelaran Piala Sudirman pun digelar untuk pertama kalinya pada tahun 1989. Indonesia langsung menjadi juara turnamen beregu campuran ini di edisi perdana yang dipanggungkan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tiga edisi setelah tahun 1989, Indonesia cuma bisa melaju sampai ke final. Dua kali Indonesia dikalahkan Korea Selatan dan sekali mereka dijungkalkan oleh tim China.
Sudah tiga kali lagi Indonesia melaju ke partai puncak sesudah itu. Tahun 2001, 'Merah Putih' dihentikan China. Negeri 'Tirai Bambu' itu pula yang menjegal Indonesia di dua kesempatan berikutnya tahun 2005 dan 2007.
Tahun lalu, Indonesia gagal total di perebutan Piala Thomas dan Piala Uber yang dihelat di Jakarta. Pergelaran Piala Sudirman 2009 dicanangkan menjadi pengobat prestasi dunia bulutangkis Indonesia yang tengah menukik.
Namun apa mau dikata. Indonesia luluh lantak meski dijadikan unggulan kedua. Bahkan menuju final pun Maria Kristin dkk tidak bisa. Korea Selatan menghadang langkah mereka di semifinal.
Maka, Piala Sudirman pun dipastikan masih akan berada di negeri asing untuk setidaknya dua tahun mendatang. Publik bulutangkis Tanah Air masih harus bersabar bila ingin melihat piala yang dibuat berdasarkan nama orang Indonesia itu pulang.
Pencapaian Tim Indonesia di Piala Sudirman
| Tahun | Babak |
| 1989 | Juara |
| 1991 | Runner-up |
| 1993 | Runner-up |
| 1995 | Runner-up |
| 1997 | Semifinal |
| 1999 | Semifinal |
| 2001 | Runner-up |
| 2003 | Semifinal |
| 2005 | Runner-up |
| 2007 | Runner-up |
| 2009 | Semifinal |











































