Bermain di kandangnya sendiri di Guangzhou, China masih begitu perkasa di dunia perbulutangkisan. Di turnamen ini mereka bahkan tidak pernah kehilangan angka saat menghadapi lawan-lawannya sejak babak penyisihan grup.
Dalam penampilannya di semifinal, Sabtu (16/5/2009), tim 'Negeri Tirai Bambu' berhasil mengungguli Malaysia dengan memenangi tiga partai pertama -- sehingga dua partai terakhir tidak perlu diadakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di partai tunggal putra di antara dua pemain terbaik dunia saat ini, Lin Dan berhasil menundukkan pemain nomor satu Lee Chong Wei, juga dengan straight set 21-16 21-16.
Lalu di nomor ketiga, dalam kedudukan China memimpin 2-0, ganda putra Cai Yun/Fu Haifeng mendapat perlawanan ketat dari Koo Kean Keat/Tan Boon Heong. Akan tetapi, meski dipaksa bermain tiga set, tapi pasangan China itu menang 19-21, 21-15, 23-21.
Ini adalah kali kedelapan berturut-turut China menembus babak final Piala Sudirman. Dari tujuh sebelumnya, hanya satu kali mereka gagal menjadi juara, yakni di tahun 2003 saat dikalahkan Korea Selatan dengan skor 3-1 di Endhoven, Belanda.
Di final hari Minggu petang, China akan bertemu Korea, yang di semifinal menundukkan Indonesia 3-1.
Dalam sejarahnya, sebelum tahun ini Korea pernah lima kali merasakan tampil di babak final dan memenangi dua di antaranya, di tahun 1991 dan 1993. Adapun Indonesia, sejak memenangi edisi pertama di tahun 1989, sampai saat ini tak pernah lagi menjadi juara.
(a2s/key)











































